Batik Jumputan, Projek Perdana P5P2RA MTs Negeri 2 Gunungkidul

Ponjong (MTs Negeri 2 Gunungkidul) — Kurikulum Merdeka yang digelorakan Kemendikbudristek dan Kementerian Agama Republik Indonesia, memacu MTs Negeri 2 Gunungkidul untuk membangun karakter peserta didik sesuai Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin melalui berbagai inovasi karya peserta didik dalam Kurikulum Merdeka. Pada semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024 ini, sebagai projek perdana MTs Negeri 2 Gunungkidul mengusung tema Kewirausahaan dengan topik Kerajinan Batik Jumputan sebagai kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (P5P2RA) di kelas 7. “Kegiatan P5P2RA ini dikemas dalam jadwal blok selama 2 pekan dan diampu oleh tim projek,” tutur Yeny Indrayanti, S.Pd selaku Koordinator Tim Projek.

Lebih lanjut Yeny menjelaskan berbagai kegiatan dan materi yang disajikan untuk peserta didik diantaranya pengetahuan macam batik, teori pewarnaan, teori dan praktek merancang wirausaha, serta materi pembuatan batik jumputan. Materi pembuatan batik jumputan yang dipaparkan meliputi bahan dan alat yang dibutuhkan, teknik melipat kain, dan teknik mencelupkan kain yang telah dilipat pada pewarna kain.

Peserta didik mengikuti kegiatan projek batik jumputan ini dengan antusias. Berbagai motif hasil kreasi lipatan dan celupan kain dihasilkan oleh peserta didik dimana pada pekan pertama jadwal blok tiap peserta didik menghasilkan sapu tangan motif batik jumputan sementara pada pekan kedua secara berkelompok peserta didik membuat batik jumputan dalam bentuk taplak meja.

“Sementara itu untuk menambah antusias dan kebersamaan peserta didik, tim projek juga menyelipkan kegiatan pohon harapan, sarapan bersama, serta lomba yel-yel P5P2RA,” imbuh Yeny.

Pada kesempatan yang sama, Ahmad Zahrul Mahdi, S.Ag., selaku Wakil Kepala Madrasah Urusan Kurikulum menyampaikan bahwa tujuan kegiatan P5P2RA untuk peserta didik adalah melaksanakan program dari pemerintah, juga menggali informasi, menumbuhkan kreativitas serta menggali potensi-potensi peserta didik sampai pada tataran aktualisasi secara merdeka menjadi sebuah karya peserta didik yang memiliki nilai, salah satunya adalah karya kerajinan batik jumputan. “Penanaman sikap gotong royong dan saling berbagi juga menjadi fokus yang lain pada projek ini sehingga peserta didik diharapkan benar-benar menjiwai sikap tersebut sebagai bagian dari Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin dalam kehidupan nyata,” imbuh Zahrul.

 

sumber: gunungkidul.kemenag.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *