Tiga SMP di Gunungkidul Siapkan Terapkan E-Rapor

Sebanyak tiga sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Gunungkidul mencoba menerapkan sistem rapor elektronik atau e-Rapor untuk laporan hasil belajar (LHB) tahun ini. Ketiga SMP tersebut masing-masing SMP Negeri 1 Wonosari; SMP Negeri 1 Karangmojo, dan SMP Muhammadiyah Al-Mujahidin Wonosari.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan ketiga sekolah tersebut dipilih dalam penerapan e-Rapor karena sebagian besar wali murid lebih siap menerima pengembangan rapor berbasis daring. Di tiga SMP yang menjadi percontohan, e-Rapor belum bisa diterapkan di semua kelas.

Diakui Bahron, hingga saat ini masih ada beberapa wali murid yang belum siap mengembangkan e-rapor. “Belum bisa diaplikasikan untuk semua sekolah karena belum semua wali murid siap,” ucapnya saat ditemui Minggu (5/5/2019).

Dijelaskan Bahron, kendala penerapan program ini adalah belum semua wali mempunyai gawai. Oleh karena itu, Disdikpora terus melakukan kajian terkait dengan penerapan e-Rapor ini.

Staf Kurikulum SMP Negeri 1 Wonosari, Sulis, menjelaskan e-Rapor belum bisa diaplikasikan secara menyeluruh. Pasalnya, guru setiap mata pelajaran harus login ke dalam e-Rapor menggunakan surat keputusan (SK) dan harus terdaftar di data pokok pendidikan (Dapodik). “Sekolah kami masih mengandalkan guru tidak tetap (GTT) yang belum punya SK sebagai pegawai negeri, sehingga persoalan ini menjadi kendala dalam penerapan e-Rapor,” kata Sulis.

Guna mengakali persoalan tersebut, SMP negeri 1 Wonosari membuat aplikasi e-Rapor sendiri yang dapat diakses para guru meskipun belum punya SK dan terdaftar dalam Dapodik. Aplikasi e-Rapor ini sudah diterapkan sejak tahun ajaran ganjil semester lalu. “Aplikasi ini merupakan bentuk terobosan untuk mengikuti perkembangan zaman,” katanya.

 

sumber: HarianJogja.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *