Setelah melakukan sertifikasi CBIB tahun 2014 dan mendapatkan nilai Good (B) pada saat itu, tahun 2017 masa berlaku sertifikat CBIB Pokdakan Manunggal Karep, Semin, Semin telah habis. Maka dari itu kelompok akan mengajukan kembali sertifikasi CBIB guna menjamin kualitas ikan hasil budidayanya.

Komoditas yang disertifikasi kelompok ini adalah ikan lele karena dinilai paling cocok dengan sumber daya yang ada. Dusun Semin Desa Semin Kecamatan Semin termasuk daerah yang mengandalkan air dari tadah hujan dan sungai Oya. Pada musim kemarau budidaya dilakukan menggunakan air sungai. Walaupun daerah tersebut sudah ada saluran air dari PDAM, namun penggunaan air dari PDAM sangat tidak efektif dikarenakan biaya yang digunakan untuk membeli air tidak sesuai dengan nilai jual hasil produksi. Maka dari itu, ikan lele yang tidak begitu membutuhkan banyak air adalah komditas yang paling cocok untuk dibudidayakan di daerah tersebut.

Permasalahan tentang air tersebut disampaikan oleh Bapak Tumiyatno selaku Ketua Pokdakan pada pendampingan CBIB yang dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul Kamis (17/01) di Pokdakan Manunggal Karep.

Kepala Seksi Perbenihan dan Produksi, Penyuluh Perikanan Kecamatan Semin serta Pengawas Perikanan yang hadir dalam pembinaan tersebut memberikan solusi agar mensirkulasi air yang digunakan untuk budidaya. Sistem resirkulasi ini dimungkinkan untuk menghemat penggunaan air walaupun tidak secara keseluruhan, namun cara ini dinilai paling memungkinkan untuk dilakukan saat ini.

Permasalahan-permasalahan dan dinamika kelompok yang telah disampaikan tersebut diharapkan bukan menjadi penghalang kelompok ini untuk mendapatkan sertifikat CBIB dengan nilai yang lebih baik. Bila pada tahun 2014 sudah mendapatkan nilai B maka tahun ini Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul menargetkan kelompok ini untuk mendapatkan nilai Excellent (A).

 

sumber: DKP Gunungkidul

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *