Warga Kalurahan Giring Gelar Upacara Adat Bersih Telaga

Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menghadiri upacara adat Bersih Telaga Kepuh, Kalurahan Giring, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul. Kegiatan ini diikuti oleh 6 padukuhan wilayah setempat.

Lurah Giring Joko Tirto Wibowo mengatakan, enam Padukuhan yang mengikuti kegiatan ini diantaranya Nasri, Gunungdowo, Pengos, Singkil, Bulu, dan Pule Bener.

“Kegitan ini digelar rutin setiap tahun. Tepatnya setelah panen raya,” kata Joko, Jumat (5/5/2023).

Pihaknya juga mengatakan, upacara adat Bersih Telaga Kepuh diawali dengan kerja bakti atau gugur gunung oleh masyarakat setempat dengan membersihkan kawasan telaga.

“Warga masyarakat percaya menjaga kawasan telaga sama halnya dengan menjaga sumber kemakmuran,” paparnya.

Upacara adat Bersih Telaga Kepuh diawali dengan kirab bregodo, yang diikuti oleh masyarakat yang membawa ingkung dan ubo rampe. Kirab diawali dari lapangan menuju kawasan telaga.

“Ada perwakilan 20 RT dan 6 warga yang membuat ingkung. Setelah di doakan oleh pemangku adat, kemudian kita kembul bujono atau makan bersama seluruh masyarakat,” paparnya.

Joko juga mengatakan, selain sebagai simbol pelestarian telaga, upacara adat Bersih Telaga Kepuh juga sebagai momentum penentuan upacara adat Rasulan. Penentuan tanggal Rasulan ini dilaksanakan dengan rembuk warga.

“Warga perwakilan padukuhan bersepakat untuk pelaksaan rasulan dengan cara berembuk,” paparnya.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta dalam sambutanya mengatakan, meminta warga masyarakat tetap menjaga dan melestarikan upacara adat yang ada diwilayah masing- masing.

“Salah satu cara memperkokoh kehidupan bangsa adalah dengan melestarikan adat tradisi diwilayah kita,” paparnya.

Hadir dalam kesempatan ini, Forkopimda Gunungkidul, Dinas Kebudayaan Propinsi, Tim Moniv Dewan Kebudayaan, Mahasiswa dari Institut Senin Indonesia (ISI) dan masyarakat Kalurahan Giring.

 

sumber: gunungkidulkab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *