Jumlah Lokasi Penyembelihan Hewan Kurban di Gunungkidul Menurun

WONOSARI – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mengklaim lokasi pemotongan hewan kurban tahun ini lebih sedikit ketimbang penyelenggaraan di 2020. Data tersebut terlihat dari pengajuan surat rekomendasi penyelenggaraan pemotongan secara mandiri masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, masih terus mendata penyelenggaraan kurban di masyarakat. Hal ini dikarenakan penyembelihan tidak hanya dilakukan saat perayaan Iduladha, tapi sebagian masyarakat sudah memanfaatkan Hari Tasyrik.

Menurut dia, penyembelihan kurban di Hari Tasyrik atau tiga hari setelah perayaan Iduladha sudah sesuai dengan imbauan dari pemkab. Diharapkan dengan pemotongan yang tidak bersama-sama maka dapat mengurangi potensi kerumunan di masyarakat.

“Memang masih ada memotong saat Iduladha, tapi sekarang juga ada yang memanfaatkan Hari Tasyrik. Misalnya tempat saya di Kalurahan Logandeng, Playen pemotongan baru dilaksanakan hari ini,” kata Bambang kepada wartawan, Rabu (21/7/2021).

Meski belum ada data keseluruhan terkait dengan penyembelihan hewan kurban, namun dari sisi lokasi penyembelihan ada penurunan dibandingkan pelaksanaan di tahun lalu. Berdasarkan permohonan rekomendasi ke dinas, sambung Bambang, ada 1.313 lokasi pemotongan.

Jumlah ini lebih sedikit karena tahun lalu penyembelihan kurban di masyarkat tersebar di 2.047 lokasi. Terkait dengan penurunan lokasi yang melaksanakan penyembelihan, Bambang tidak mengetahui secara pasti. Meski demikian, ia menduga pandemi corona ikut memberikan dampak terhadap berkurangnya lokasi pemotongan di masyarakat.

“Kemungkinan lainnya ada penyelenggaraan penyembelihan yang tidak laporkan sehingga jumlahnya lebih sedikit ketimbang pelaksanaan kurban di tahun lalu,” katanya.

Pendataan sementara dari dinas pertanian dan pangan hingga Rabu pagi sudah ada 659 sapi, 1.603 ekor kambing dan 123 ekor domba yang dipotong. Adapun hasil pemantauan ada empat temuan penyakit cacing hati. Meski demikian, lanjut Bambang, hewan kurban ini masih bisa dikonsumsi karena penyakitnya masih tergolong ringan.

“Lokasi temuan, tiga di Kapanewon Patuk dan satu di Kapanewon Wonosari. Jumlah ini masih sementara karena proses penyembelihan masih berlangsung hingga dua hari ke depan,” katanya.

Salah seorang warga Dusun Tumpak, Ngawu, Playen, Suharjono mengatakan, di dusunnya total menyembelih 11 ekor sapi dan enam ekor kambing. Untuk pemotongan dilakukan di dua masjid sehingga mengurangi risiko kerumunan.

“Kemarin [Selasa 20/7] motongnya karena memang banyak yang libur,” katanya.

 

sumber: harianjogja.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *