Usaha Jamu Tradisional Tingkatkan Pendapatan Keluarga Warga Ponjong

Pandemi covid 19 yang terjadi sejak beberapa bulan lalu melumpuhkan sejumlah usaha. Namun demikian, ada juga yang usahanya justru meroket di tengah kondisi dan situasi sekarang ini. Salah satunya yakni usaha jamu tradisional dari bahan empon-empon. Usaha ini justru semakin bergeliat dan diburu oleh banyak orang. hal seperti itu melatarbelakangi ibu-ibu di Dusun Jaten, Kelurahan Ponjong, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul membuat suatu inovasi menarik, mengenai minuman jamu kunir asam.

Berbekal dengan semangat kegotongroyongan anggota kelompok, para ibu tersebut terus menekuni usaha kunir asam dengan kemasan botol. Kunir asam dipilih, lantaran banyak manfaat dan banyak yang membutuhkan. Sehari pun mereka mampu menjual ratusan botol dengan bandrol harga Rp 5.000 per kemasan.

Usaha ini kami kelola secara kolompok, dan hasilnya juga dinikmati oleh kelompok. Setiap botol kita jual Rp 5.000 dan seharipun bisa jual ratusan botol,” kata salah seorang penjual sekaligus anggota kelompok usaha kunir asam. Menurut dia, cara penjualannya selain dilakukan secara offline juga dijual melalui online. Dengan memanfaatkan media sosial, mereka pun mampu meningkatkan hasil penjualan.

Pesanan yang masuk saat ini cukup membludak, namun bersyukur para ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok ini mampu terus mensuplai permintaan. Untuk omzet sendiri juga mengalami peningkatan, dari pihaknya memang tidak mengambil untung yang sangat tinggi. Pasalnya ini juga menjadi tempat mereka membantu sesama. Yang tadinya hanya laku puluhan botol per hari dengan adanya fasilitas media sosial meningkat hingga ratusan botol.

“Produk ini sangat terbantu sekali dengan adanya fasilitas media sosial. Artinya penjualannya dapat dipesan hingga ke luar wilayah,” imbuhnya.

Ia berharap, dengan adanya pemanfaatan jamu yang ditanam dilahan rumahnya mampu menyuplai kebutuhan kunir asam kemasan yang mulai meningkat.

“Kunir ini kalau dijual mentahan harga jualnya sangat rendah. Jadi kita cari solusi untuk dioleh dan dikemas. Dan hasilnya lumayan meningkat. Kami harap usaha ini terus berkembang, sehingga mampu mendorong perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, dengan adanya inisiatif kelompok usaha kunir asam yang dibentuk oleh ibu PKK di Dusun Jaten, Kelurahan Ponjong, Kapanewon Ponjong ini akan menambah peningkatan ekonomi masyarakat.

“Ini sangat bagus sudah ada inisiatif untuk usaha apalagi kunir asam banyak dikonsumsi masyarakat. Kami terus mendorong kelompok UMKM seperti memberikan pelatihan, bantuan program pemerintah, dan lain-lain. Pokoknya akan kami perjuangkan aspirasi mereka agar semakin maju dan berkembang,” ungkap Endah.

 

sumber: setwan.gunungkidulkab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *