9 Sapi Kurban dari Pemerintah Kantongi SKKH

Gunungkidul – Gubernur DIY dan Wakil Gubernur DIY menyumbangkan tujuh ekor sapi dengan jenis Peranakan Ongole (PO) dikurbankan pada hari raya Idul Adha 1440 H, Jumat (09/08) di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Yogyakarta. Selain 7 ekor sapi dari Gubernur dan Wagub DIY, diserahkan pula 2 ekor sapi kurban bantuan dari Presiden RI melalui Kemensesneg RI dengan jenis PO seharga Rp 55 juta dan Simmetal seharga Rp 84 juta.

Tujuh ekor sapi kurban dari Gubernur DIY dan Wakil Gubernur DIY secara keseluruhan dinyatakan telah sesuai dengan Syariat Islam dan peraturan pemerintah oleh Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta. Selain itu Surat Keterangan Asal dan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk ke-7 ekor sapi tersebut juga telah diterbitkan oleh Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman.

Dua ekor sapi dari Gubernur DIY dan Wagub DIY senilai masing-masing Rp30 juta diserahkan kepada Takmir Masjid Besar Kauman dan Takmir Masjid Pakualaman. Sedangkan lima ekor lainnya masing-masing senilai Rp 24 juta diserahkan kepada kabupaten/kota di DIY. Nantinya kelima ekor sapi tersebut oleh kabupaten/kota akan diserahkan kepada Takmir Masjid Agung Al Ikhlas, Gunungkidul; Takmir Masjid Baitussalam, Sleman; Takmir Masjid Pangeran Diponegoro, Yogyakarta; Takmir Masjid Al Muttaqin, Bantul; dan Takmir Masjid Al Barokah, Kulonprogo.

Tidak hanya sapi dari Gubernur DIY dan Wakil Gubernur DIY saja yang dinyatakan lulus uji kelayakan, 2 ekor sapi bantuan pesiden saat pada 15 Juli 2019 lalu, dinyatakan memenuhi persyaratan sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 114/Permentan/PD.410/9/2014 tentang Pemotongan hewan telah memenuhi persyaratan syariat Islam yaitu hewan sehat, tidak cacat ,tidak kurus, berjenis kelamin jantan dan cukup umur. Pihak Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman juga telah menerbitkan SKKH untuk kedua sapi tersebut. Pengujian kelayakan kedua sapi tersebut dilakukan.

Sapi Banpres jenis Simmetal seberat 1118kg diserahkan kepada Takmir Masjid Nur Maunah, Gunungkidul. Sedangkan Sapi Banpres jenis PO seberat 1037 Kg diserahkan kepada Takmir Masjid Istana Negara Yogyakarta.

Namun demikian, untuk mengantisipasi adanya fasciola/cacing yang bersarang di hati sapi, masyarakat dihimbau untuk menangani daging kurban dengan tepat. Apabila sapi yang disembelih terdapat fasciola maka hendaknya organ hati dan empedu yang terinfeksi dimusnahkan. Organ lain selain hati dan empedu tetap aman untuk dikonsumsi.

sumber: Web Portal Gunungkidul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *